“Kamu nggak tahu internet ya, NDESO !!” Kata Tukul dengan mimik muka seperti merendahkan. Lalu ada juga kalimat, “Yang punya rumah ini artis, mukamu Ndeso!!”, Kata seseorang kepada Tukul. Anda pasti tahu, penggalan kata kata di atas?. Kira kira seperti itulah penggalan percakapan di iklan salah satu operator Telepon Seluler di Indonesia. Anda akan dikatakan ndeso ketika tidak tahu internet. Anda akan dikatakan ndeso ketika di restoran macam KFC lalu mengatakan “saya pesan es teh”. Anda akan dikatakan ndeso ketika mendengarkan Gamelan. Lhah kenapa bisa begitu?
Apakah maksud kata “Ndeso” sebenarnya?. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia versi Online saya tidak menemukan arti kata tersebut. Tapi saya menemukan sebuah kata yang mungkin bermakna sama, yaitu Kampungan. Dalam KBBI tersebut, Kampungan berarti a 1 ki berkaitan dengan kebiasaan di kampung; terbelakang (belum modern); kolot; 2 ki tidak tahu sopan santun; tidak terdidik; kurang ajar. Oh ya anda bisa mendownload KBBI melalui link ini
Untuk sementara kita anggap kata Ndeso=Kampungan. Jadi di iklan operator tersebut kalimatnya menjadi “”Kamu nggak tahu internet ya, KAMPUNGAN !!”. Dan, “Yang punya rumah ini artis, mukamu Kampungan!!”. Dan menurut saya, maksud iklan tersebut adalah pada arti nomor 2 yaitu : tidak tahu sopan santun; tidak terdidik; kurang ajar. Tapi kalimat “mukamu ndeso”?. Bagaimana coba mengartikannya?

Saya sendiri kurang tahu sejak kapan kata “ndeso” selalu dikaitkan dengan sesuatu yang negatif. Padahal pada kenyataannya masyarakat desalah yang memiliki sikap sikap positif seperti andhap asor, tenggang rasa, suka menolong. Desa juga memiliki berbagai macam keindahan alam dan budaya yang tidak terdapat di kota. Sungai, hutan dan Sawah yang begitu luas dengan hamparan padi yang seringkali menjadi obyek fotografi orang orang kota. Anda bisa menonton tayangan tayangan dari Kompas TV tentang keindahan alam dan kebudayaan yang terdapat di berbagai desa di Indonesia.
Jika kita kembali ke iklan operator tersebut, kita bisa melihat dan mendengar dengan jelas bagaimana kata “ndeso” digunakan dengan maksud meremehkan atau bahkan mungkin “menghina” lawan bicara. Salah satu hasilnya, saat ini begitu mudah anak anak di desa bahkan menggunakan kata “ndeso” untuk membully lawan bicaranya.

Meskipun ada hal hal negatif tentang desa, tidak seharusnya mengkaitkan sesuatu yang “tidak terdidik”, kurang ajar dengan kata ndeso. Karena saat ini, pendidikan sudah merata termasuk di pedesaan.
Maka sudah tidak ada gunanya ndeso selalu di marjinalkan dan direndahkan. Apalagi sampai ditayangkan di televisi. Stop penggunaan kata “ndeso” untuk hal hal negatif.