Persamaan bintang di langit dengan nikmat dari Allah adalah sama sama tak bisa dihitung. Begitu kira-kira update status saya di facebook beberapa hari yang lalu. Begitu banyak nikmat yang diberikan oleh Allah terkadang membuat kita tak merasakan. Namun tak ada salahnya sekali-kali kita perlu “menghitung nikmat dari Allah”. Lhah, bukannya nikmat dari Allah tidak bisa dihitung? iya saya setuju. Tapi toh tidak ada salahnya kita perlu menghitung nikmat Allah tersebut agar merasakan syukur setiap hari.

Terkadang jutaan nikmat tersebut kalah dengan sebuah kegagalan. Contoh, kita gagal saat bernegosiasi dengan pembeli. Akhirnya barang dagangan kita tidak jadi terjual. Hal ini bisa membuat kita merasa gagal di segala bidang, Padahal Juragan Lela (Lele Laku), Mas Rangga Umara pernah mengatakan,”Yang gagal itu usaha kita, bukan orangnya”. Nah kan !.
Kembali ke masalah hitung menghitung nikmat. Baru saja saya membuat list yang berisi nikmat dari Allah. Mulai dari nikmat bernafas, nikmat bisa nulis di blog, nikmat bisa ngetik, nikmat bisa memandang dengan jelas, nikmat bisa tersenyum dan lain-lain.
Lalu apaaahhh tujuan menghitung nikmat , tujuan saya adalah agar pikiran dan hati khanya berisi kebaikan dan rasa syukur atas segala nikmat dari Tuhan. Dan seberat apapun kegagalan dan permasalahn, akan bisa teratasi. Tak semestinya satu kegagalan meruntuhkan rasa syukur kepada Allah.