Beberapa tahun silam saya masih ingat, ketika mengupload foto di Friendster.com, ada pilihan apakah fotonya bisa dilihat oleh semua orang, atau “privacy“. Privacy artinya hanya kita sendiri, atau orang tertentu yang bisa melihat. Tapi hal yang sama tidak akan anda temui di media sosial yang bernama Facebook. Kalaupun ada, fitur privacy agak sulit ditemukan. Sebaliknya, apa yang dilakukan Facebook seolah memancing kita untuk terus mengupload berbagai foto yang sebenarnya adalah koleksi pribadi. Coba diingat ingat, di dunia nyata, pernahkah dulu ada seseorang yang ingin meminta foto anda?. Padahal, ada kalanya kita enggan untuk menunjukkan foto kita kepada seorang yang kita kenal sekalipun apalagi orang yang sama sekali tidak kita kenal. Tapi anehnya, di Facebook secara brutal kita berani upload foto kita, yang akan dilihat oleh siapa saja, termasuk orang yang tidak kita kenal.
Sebenarnya tidak ada yang salah ataupun benar. Akan tetapi sebuah peristiwa yang mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi anda sebelum mengupload semua koleksi foto pribadi anda ke internet. Anda pasti pernah mendengar, tentang adanya Kontes Waria di Jawa Timur. Dan dikabarkan bahwa Juara 1 dari kontes tersebut adalah seorang Waria (ya iyalah :D). Dikabarkan pula bahwa waria tersebut sangat cantik. Dan belakangan baru diketahui, bahwa foto wanita cantik tersebut bukanlah waria, melainkan foto seorang Ibu dengan dua orang anak yang disalahgunakan oleh seseorang. Anda bisa baca artikel dengan judul duh Kejamnya Media Sosial.
Kira-kira kebayang nggak, jika foto anda terkenal di internet, bukan dengan nama anda, tapi nama lain. Kalau terkenal dalam hal positif sih nggak masalah. Tapi kalau dikenal dengan hal negatif, tentu saja ini bisa merugikan anda.
Akhirnya, semua kembali kepada tujuan awal anda beraktivitas di media sosial.