Dulu di daerah saya, TV hitam putih sering disebut dengan TV Koran. Kenapa? karena dulu koran hanya berwarna hitam dan putih. Tapi sekarang hal tersebut sudah tidak berlaku lagi, Koran sekarang lebih berwarna, begitu juga Televisi. Lalu apa hubungannya dengan hitam putih Media Televisi. Baiklah mari kita coba mempelajari apakah Televisi itu. Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang digunakan untuk memancarkan dan menerima siaran gambar bergerak, baik itu yang monokrom (“hitam putih”) maupun warna, biasanya dilengkapi oleh suara. “Televisi” juga dapat diartikan sebagai kotak televisi, rangkaian televisi atau pancaran televisi. Kata “televisi” merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, “jauh”) dari bahasa Yunani dan visio (“penglihatan”) dari bahasa Latin. Sehingga televisi dapat diartikan sebagai telekomunikasi yang dapat dilihat dari jarak jauh.

Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.. Televisi merupakan salah satu dari the big five media massa yaitu suratkabar, majalah, radio, televisi, dan film. Ada banyak karakteristik isi pesan dari media massa diantaranya; Novelty (sesuatu yang baru), Jarak (dekat/jauh), Popularitas, Pertentangan, Komedi, Seks dan Keindahan, Emosi, Nostalgia dan Human interest. Setidaknya itulah yang mendasari acara televisi yang anda tonton sekarang ini. Tidak percaya? silahkan nyalakan televisi anda dan coba cocokkan dengan karakteristik diatas.🙂.
Sejarah Televisi di Indonesia
Secara singkat, tentu kita masih ingat bahwa dulu hanya ada satu siaran televisi di Indonesia, yaitu TVRI, kemudian hadirlah RCTI, SCTV, TPI, TV7, Trans7, metro TV< TVone dll. Selama itu pula ada beberapa statisun Televisi yang bangkrut dan akhirnya di beli oleh stasiun Televisi lain. Saat ini, terdapat 10 lebih stasiun TV Nasional, dan puluhan TV lokal yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Manfaat Media Televisi
Ada banyak manfaat dari menonton acara di TV diantaranya :
1. Menambah Informasi. Dengan menyaksikan acara di Televisi kita bisa mengetahui informasi yang terjadi di seluruh dunia, melalui acara berita.
2. Sebagai sarana hiburan.
3. Sebagai tempat mencari uang. Ini berlaku bagi pemilik stasiun, karyawan tv, pemasang iklan dan semua hal yang terkait dengan bisnis televisi.

Bahaya Media Televisi
Dalam perkembangannya selain memberikan banyak manfaat, ternyata Televisi juga mempunyai pengaruh yang sangat buruk bagi pemirsa TV dan itu tidak hanya pengaruh buruk bagi anak anak, akan tetapi bagi seluruh bangsa Indonesia. Bahaya media Televisi diantaranya adalah :
1. Menyia-nyiakan waktu dan umur.
Mengingat waktu itu terbatas, juga umur kita, maka menonton televisi dapat dikategorikan menyia-nyiakan waktu dan umur, bila acara yang ditontonnya terus menerus bersifat hiburan di dalamnya (ditinjau secara hakiki) merusak aqidah kita ini mesti disadari karena kita diciptakan bukan untuk hiburan tapi justru untuk beribadah.
2. Melalaikan tugas dan kewajiban.
Kenyataan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, juga sudah menunjukan dengan jelas dan tegas bahwa menonton televisi dengan acaranya yang memikat dan menarik sering kali membawa kita pada kelalaian. Televisi bukan hanya membuat kita terbius oleh acaranya, namun pula menyeret kita dalam kelalaian tugas dan kewajiban kita sehari-hari. Misalnya banyak orang yang malas untuk sholat ke mesjid karena mereka terbius oleh acara atau tayangan televisi.
3. Menumbuhkan sikap hidup konsumtif
Ajaran sikap dan pola konsumtif biasanya terkemas dalam bentuk iklan dimana banyak iklan yang berpenampilan buruk yang sama sekali tidak mendidik masyarakat ke arah yang lebih baik dan positif.
4. Mengganggu kesehatan
Terlalu sering dan terlalu lama memaku diri di hadapan televisi untuk menikmati berbagai macam acara yang ditayangkan cepat atau lambat akan menimbulkan gangguan kesehatan pada pemirsa. Misalnya kesehatan mata baik yang disebabkan karena radiasi yang bersumber dari layar televisi maupun yang disebabkan karena kepenatan atau kelelahan akibat nonton terus menerus.

5. Alat transportasi kejahatan dan kebejatan moral
Sudah merupakan fitrah, bahwa manusia memiliki sifat meniru, sehingga manusia yang satu akan meniru cenderung untuk mengikuti manusia yang lain, baik dalam sifat, sikap maupun tindakannya. Dalam hal adanya berbagai sajian program dan acara yang disiarkan di televisi misalnya, film, sinetron, musik, drama dan lain sebagainya yang paling dikhawatirkan adalah jika tontonan tersebut merupakan adegan dari kebejatan moral contohnya, pembunuhan, pemerkosaan, pornografi yang tentu saja sedikit atau banyak akan ditiru oleh para pemirsa sesuai fitrahnya’
6. Memutuskan silaturahmi
Dengan kehadiran televisi di hampir setiap rumah tangga, banyak orang yang merasa cukup memiliki teman atau sahabat yang setia, melalui kenikmatan yang didapat dari berbagai acara televisi yang disajikan di tempat tinggalnya. Akibatnya mereka tidak lagi merasa membutuhkan teman, kawan, sahabat untuk misalnya; saling berbagi suka dan duka, saling bertukar pikiran dan berbagai keperluan lainnya sebagaimana layaknya hidup dan kehidupan suatu masyarakat yang islami.
7. Mempengaruhi dan menurunkan prestasi belajar murid
Dalam hal penyebab kemunduran prestasi belajar murid generasi muda dewasa ini, indikasinya adalah kehadiran televisi di tempat tinggal mereka. Lantaran berbagai macam acara hiburan yang ditayangkan dalam televisi yang memikat dan menggiurkan para pelajar. Ternyata mampu memporakporandakan jadwal waktu belajar mereka untuk disiplin waktu belajar, karena mereka sudah terbius oleh pengaruh hingar bingar dan kenikmatan yang ditawarkan oleh berbagai macam hiburan televisi.
8. Banyak acara yang tidak layak ditonton
Suatu hari anak anda sedang menonton acara khusus anak anak. Tiba tiba muncul tayangan iklan produk untuk orang dewasa, hal ini bisa merugikan anak anda.

Sebagaimana teknologi yang lain, televisi juga memiliki dampak negatif dan positif bagi anda. Untuk itu adalah merupakan hal yang bijaksana jika kita bisa melakukan kontrol atau membatasi waktu dalam menonton acara televisi.