Twitter ataupun facebook merupakan salah satu Media Sosial terpopuler di dunia saat ini, termasuk di indonesia. Media Sosial berbeda 180 derajat dibandingkan dengan media massa. Sebagai contoh marilah kita bandingkan Televisi dengan Twitter. Ketika kita menyaksikan siaran Televisi, misalnya sebuah berita kita tidak mungkin melakukan feedback dengan cepat, akan tetapi hal ini berbeda dengan Twitter, ketika kita melihat seorang tokoh sedang ngetwit, maka dalam hitungan detik kita bisa melakukan feedback dengan cepat. Itu hanya satu contoh perbedaan antara media sosial dan media massa. Menurut saya Media Sosial lebih fleksibel dibandingkan media massa.
Sekarang kita ambil contoh Twitter..aktivitas tweeting bisa menjadi membosankan atau menyenangkan tergantung dari diri kita, orang yang kita follow atau orang yang memfollow kita. Dalam tweeting biasanya kita memilih orang yang seide, sehobi, sepemahaman dan se se lainnya. Coba simak sebentar pengalaman saya dalam urusan tweet. Beberapa hari yang lalu saya terpaksa unfollow beberapa orang di twitter. Hal ini saya lakukan karena ternyata orang yang saya follow tersebut, twitnya hanya berisi ejekan dan sindiran. Dan itu berlangsung terus menerus mungkin hingga sekarang. Agar saya tidak terus menerus menerima informasi sampah tersebut, saya memutuskan untuk unfollow orang orang tersebut dan sebagai gantinya saya memfollow beberapa tokoh bangsa ini, misalnya yang saya hormati KH.Mustofa Bisri (@gusmusgusmu ) dan masih banyak lagi tokoh lain yang membuat sejuk dunia twitter tidak hanya ejekan dan sindiran (tapi kalo temen sendiri gak papa lah🙂 )