Laboratorium Bahasa : Aku Ingin MencintaiMu dengan Sederhana, kalimat tersebut adalah sepenggal kalimat dari sebuah puisi berjudul Aku Ingin dari Sapardi Djoko Damono, seorang sastrawan bangsa Indonesia. Saya membaca puisi tersebut dari sebuah novel Islam, pengarangnya kalau tidak salah Asma Nadia atau Helvy Tiana Rossa, saya lupa.
Berikut sepengggal puisi dari Sapardi Djoko Damono

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada

Apa sih istimewanya puisi tersebut, hingga sampai saat ini masih sering di posting di berbagai blog, di gunakan sebagai status facebook atau di musikalisasi. Menurut saya itu adalah puisi cinta yang di ungkapkan dengan bahasa yang indah. Cinta kepada siapakah? kepada pasangan, pacar, istri, suami, sahabat, harta, benda, dunia atau kepada Allah sang pencipta?. Puisi tersebut adalah puisi cinta kepada sesuatau yang anda cintai. Tapi kalau menurut saya puisi tersebut adalah bukti kepasrahan seorang hamba kepada Allah sang pencipta. Kepasrahan tersebut di tunjukkan dengan secara sadar dan ikhlas mengikuti ketentuan dari Allah dengan penuh rasa cinta. Ketika kayu bersedia menjadi abu,karena di bakar oleh api. Dengan ikhlas sang kayu rela menjadi abu karena kecintaanya kepada api. Atau sang awan yang akhirnya sirna karena sudah menjadi hujan. Bukti kecintaan kepada Allah ditunjukkan dengan sikap dan perilakunya selama di dunia ini, bagaimana menjalankan apa yang di inginkan oleh Allah dengan penuh rasa cinta. Sudahkah ?