Tak terasa sudah setahun lebih, saya menekuni hobi sebagai seorang blogger. Hasilnya puaskah?. Relatif, minimal rasa penasaran akan pertanyaan benarkah internet bisa menghasilkan uang sudah terjawab. Dan saya tidak menyangka bisa mencapainya sejauh ini. Sejak awal memulai ngeblog misi utama saya adalah jika target tercapai dan saya merasa semakin bahagia dengan aktivitas ngeblog ini, saya akan resign dari pekerjaan saya sekarang ini, kembali ke Provinsi Jawa Tengah. Melakukan semua hal yang saya senangi tanpa harus ada yang mengatur, kecuali Gusti Allah. Itu adalah cita cita saya dan semoga Allah mengijinkan dan berkata Kun Fayakun, jadilah !!. Tentu saja semua butuh proses dan waktu dalam menjalaninya.

Bukan bermaksud untuk mengeluh, tapi menjalankan pekerjaan yang tidak kita cintai benar benar membuat kita tersiksa. Pindah pekerjaan, menurut saya bukan solusi, toh sama saja kita di atur jam kerja. Itulah sebabnya saya begitu bersemangat dan rela menghabiskan waktu berjam jam di depan monitor, untuk menemukan kebahagiaan saya. Namun terkadang rencana belum terwujud sesuai keinginan kita. Termasuk rencana keluar dari pekerjaan pada bulan maret kemarin harus tertunda entah sampai kapan. Yang jelas begitu target tercapai The Show Must Go On.
Saya sering iri melihat Emha Ainun Nadjib, Gigi, ST 12, para seniman, tokoh agama dan sosial atau mungkin mas Budi Putra yang memutuskan full time menjadi seorang blogger profesioanl. Mereka dengan bahagia menjalani profesinya. Mereka telah menemukan Lentera Jiwa, telah menemukan sumber kebahagiaannya. Cak Nun bahagia bisa menyampaikan kebenaran kebenaran, Gigi atau ST 12 dengan lagu lagunya. Mas Budi Putra dengan blognya.
Saya iri dengan keberanian mereka yang akhirnya memutuskan melabuhkan cintanya di hobi dan pekerjaan yang mereka cintai dan meninggalkan kelaziman menjalankan pekerjaan misalnya menjadi karyawan atau pegawai negeri sipil. Yah, jika keberanian itu muncul sekarang juga, tentu dengan gagah berani saya akan meninggalkan pekerjaan saya sekarang, untuk memenuhi dahaga hati yang kering ini. Bismillah